Keteladanan Loper Koran 🌼 CERPEN, Nadia Nursalsabilla 🌼 ⏰Kringgggg.. kringgg…⏰Bunyi alarm memaksaku terjaga dari tidurku. Kulihat jarum jam menunjukkan pukul 02.30 WIB. Segera ku menuju kamar mandi mencuci wajahku dan mengambil air wudhu. Saatnya salat tahajud di sepertiga malam terakhir. Setelah puas dalam rakaat-rakaatku, kututup
GURU Karya: Denada(Didedikasikan untuk para guru MTsN 1 Lumajang tercinta) Engkau adalah orang tua kedua Yang kami hormati setelah ayah dan bunda Yang kami segani bukan karena harta Tapi karena ilmu yang kaya Engkau manusia paling mulia dan setia Mengajar kami dengan sabar dan bahagia
Negeriku Karya: Itsnia Salsbila Ashfah Untuk negeriku yang sedang terluka Untuk kesejahteraan yang mulai meronta Untuk kepercayaan yang mulai retak dan patah Dibabat oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab nan durjana Tembok yang dibangun dengan sebuah ekspektasi Tembok yang dibangun dengan harapan pasti Telah hancur dalam
“Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung” (Al Imran: 173) “Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal mawla wa ni’mannashiir,” begitu zikir yang setiap hari terdengar lirih menjelang syuruq. “Tangi tha nduk, bocah wadon ..,” ibu mengusap manja dahi Marwah yang masih tertidur
HUJAN Karya: Nadia Nursalsabila Kepada hujan yang mengingatkanku akan kenanganKepada tanah yang menerima rintik hujanKepada rintiknya yang mengalir syahdu menciptakan alunandan kepada diriku yang rindu hujan Datangnya hujan sama seperti kenanganKenangan adalah hujandan hujan adalah kenanganyang kehadirannya dirasakan oleh rakyat biasa hingga bangsawan Kenangan yang