MTs Negeri 1 Lumajang

Islamic Culture School

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Siswa MTsN 1 Lumajang Bersinar di EXFESH 2025: Raih Juara dan Hadapi Tantangan Diskualifikasi

Lumajang, 9 Februari 2025– Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh siswa MTsN 1 Lumajang dalam ajang Excellent Festival of SMA Unggulan Haf-Sa (EXFESH) 2025, yang digelar di SMA Unggulan Haf-Sa Zaha Genggong, Probolinggo pada 8 Februari 2025.

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah di Indonesia, dengan mempertandingkan berbagai cabang lomba akademik dan non akademik. MTsN 1 Lumajang mengirimkan delegasi terbaiknya di bidang Olimpiade IPA, Olimpiade IPS, serta Riset Science dan Riset Sosial.

Meski harus menghadapi tantangan, termasuk diskualifikasi lima siswa IPS secara kontroversial, siswa MTsN 1 Lumajang tetap menunjukkan ketangguhan dengan meraih gelar juara dalam babak final.

Prestasi Gemilang: Juara Olimpiade IPS dan IPA

Kerja keras dan persiapan matang akhirnya membuahkan hasil. Berikut adalah prestasi yang diraih oleh siswa MTsN 1 Lumajang di babak final:

Olimpiade IPS

Aatika Marita Najwa Ghina – Juara 1

Qanita Maulidya – Juara 2

Allia Wulansari – Juara Harapan 1

Muhamad Noval Luthfi Hasan – Juara Harapan 1

Olimpiade IPA

Amrullah Azzaky – Juara Harapan 2

Prestasi ini semakin membuktikan bahwa siswa MTsN 1 Lumajang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dengan semangat luar biasa.

Diskualifikasi Kontroversial: Perjuangan untuk Keadilan

Sayangnya, kebanggaan ini diwarnai dengan insiden yang kurang menyenangkan. Dari 11 siswa MTsN 1 Lumajang yang mengikuti Olimpiade IPS, lima di antaranya secara mengejutkan didiskualifikasi oleh panitia.

Panitia mengklaim bahwa sistem mendeteksi aktivitas keluar masuk laman ujian yang dianggap mencurigakan. Namun, setelah dilakukan investigasi internal, ditemukan bahwa hanya satu siswa yang benar-benar mengalami kendala teknis, sementara empat lainnya tetap mengikuti ujian secara normal.

Ustada Yulianita, selaku pembina IPS, dengan tegas mengajukan protes resmi kepada panitia.

“Kami bersyukur atas keberhasilan yang diraih, tetapi sangat menyayangkan keputusan panitia yang mendiskualifikasi lima siswa kami. Berdasarkan pengecekan kami, hanya satu siswa yang mengalami kendala teknis, dan itu pun sudah dikonfirmasikan kepada panitia. Keputusan ini sangat tidak adil dan merugikan anak-anak yang telah berjuang keras,” tegasnya.

Meski telah diajukan protes, panitia tetap mempertahankan keputusan diskualifikasi. Hal ini menjadi catatan bagi MTsN 1 Lumajang agar di masa mendatang ada mekanisme banding dalam kompetisi akademik agar kejadian serupa tidak terulang.

Riset Science dan Riset Sosial: Pengalaman Berharga untuk Masa Depan

Selain Olimpiade, siswa MTsN 1 Lumajang juga mengirimkan dua tim dalam Riset Science dan satu tim dalam Riset Sosial.

Riset Science

  1. Kanissa Alifya Aurrora & Shellownica Vedellina

Judul: SOLGEN – Rancang Bangun Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Generator Set Hybrid untuk Hunian Sementara Korban Erupsi Gunung Semeru

  1. Shakila Almahyra Anhar, Rosyidatuz Zahrah, & Afifah Muthia Zahra

Judul: PILACEA-BATTERY – Alternatif Energi Terbarukan Bio-Battery Ramah Lingkungan dari Kulit Pisang Kepok dan Cangkang Keong Sawah

Riset Sosial

Davina Izza Mainerva Hardianto

Judul: Etno Matematika – Mengeksplorasi Keunikan Arsitektur Bangunan Suci di Pura Kandangan Senduro Lumajang Sebagai Inspirasi dalam Pembelajaran Matematika

Meski belum berhasil lolos ke tahap final, pengalaman mengikuti ajang riset ini menjadi pembelajaran berharga bagi siswa untuk terus mengembangkan penelitian mereka di masa depan.

Kepala Madrasah Apresiasi Perjuangan Siswa

Kepala MTsN 1 Lumajang, Dr. Muhammad Safik, M.Pd., mengapresiasi semangat dan perjuangan siswa dalam EXFESH 2025.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian siswa. Terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi, mereka tetap berjuang dan membuktikan kualitas mereka. Ini adalah pengalaman berharga yang akan menjadi motivasi untuk terus berkembang di masa depan. Kami berharap ada evaluasi dari panitia agar aturan lebih transparan dan adil,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa MTsN 1 Lumajang akan terus mendukung siswanya untuk berkompetisi di ajang nasional dan internasional, dengan persiapan yang lebih matang di masa mendatang.

Semangat Juang yang Tak Pernah Padam

Keberhasilan dan tantangan yang dihadapi dalam EXFESH 2025 menjadi bukti bahwa siswa MTsN 1 Lumajang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental tangguh dalam menghadapi segala rintangan.

Dengan dukungan penuh dari madrasah, guru pembimbing, serta orang tua, diharapkan siswa MTsN 1 Lumajang dapat terus berprestasi dan membawa nama baik madrasah di tingkat yang lebih tinggi.

Sukses selalu untuk MTsN 1 Lumajang!


(Reporter: abu angel) – Matsanlu News