Jl.Citandui no 75 Lumajang
0334-881463
mtsn1lumajang.sch@gmail.com

Berteman dengan Masalah

Hidup ini tak akan pernah lepas dari masalah. Jangan panik, karena justru dari sebuah masalah kita bisa mencapai kearifan hidup.    

Mari kita ingat kembali kisah para pecinta Allah:

Ayub a.s diuji keimanannya dengan diberi sakit menjijikkan di sekujur tubuhnya, Yusuf a.s diuji keimanannya melalui seorang perempuan bernama Zulaiha yang menggoda dan memfitnahnya, bahkan Rasululllah diuji keimanannya dengan diludahi dan dilempari batu di wajahnya setiap kali pulang dari berdakwah. Kisah inspiratif ini cukup memberi kita pelajaran bahwa tidak ada peningkatan keimanan tanpa melalui ujian dan masalah. 

Bertemanlah dengan masalah. Hadapi dan nikmati saja. Anggaplah ia sebagai hadiah spesial agar kita bisa menjalani proses pendewasaan hidup. Bisa jadi Allah mendatangkan masalah agar kita tidak lupa jalan menuju dekat denganNya.   

“Kenali Allah dalam keadaan lapang, niscaya Allah mengenalmu dalam keadaan sempit.” (HR. Tirmidzi)     

Hadis di atas adalah sinyal, bahwa jika kita dalam keadaan tenang dan nyaman, tidak ada masalah, bahkan baik-baik saja, tetaplah bertakwa padaNya, niscaya Allah memudahkan dan menyelamatkan kita ketika berada dalam kesusahan dan kesulitan.     

Masalah adalah tantangan hidup. Beratnya masalah justru akan menempa diri kita untuk menjadi hebat. Semakin besar masalah, semakin hebatlah kita. Kalau toh seandainya kita gagal, kita masih jauh lebih hebat daripada mereka yang tidak pernah menghadapi masalah atau tantangan sekalipun. Ketahuilah, bahwa pelaut ulung tidak akan lahir dari gelombang laut yang tenang.

Alfi Syahri,3 Oktober 2020

2 Responses

  1. Widatuz says:

    Masalah pasti ada dalam kehidupan…. Orang mati saja pasti juga bermasalah dengan bagaimana penguburannya, bagaimana keluarganya, de el el… wkwkwk

    semangat menghadapi masalah ya…Tapi jangan nggawe-gawe masalah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *